Dua Warga Malaysia Dibius Kemudian Dibuang ke Pantai

Kuntadi, Koran SI · Sabtu 21 November 2015 20:57 WIB
https: img.okezone.com content 2015 11 21 510 1253525 dua-warga-malaysia-dibius-kemudian-dibuang-ke-pantai-2NXUkRB32T.jpg foto: ilustasi Okezone

KULONPROGO – Dua warga Malaysia bernama M Syakri dan Amirudin menjadi korban pembiusan usai turun dari pesawat di Bandara Adisutjipo, Yogyakarta. Keduanya dibuang di sekitar Pantai Glagah, sebelum akhirnya dilarikan ke RSUD Wates.

Musibah ini menimpa kedua korban ketika hendak melakukan bisnis jual beli pedang samurai dan tokek. Sebelumnya kedua korban dan M Nur, telah tiba di Kulonprogo dari Malaysia dan sempat menginap di King’s Hotel. Lantaran uang untuk traksaksi kurang keduanya pulang ke Malaysia.

Saat kembali ke Bandara Adisutjipo itulah korban dijemput oleh rekan bisnisnya, yang identitasnya tidak diketahui. Selepas turun dari pesawat mereka naik mobil dengan tujuan Kulonprogo.

Di dalam mobil keduanya diberi minuman hingga tidak sadarkan diri dan dibuang di Pantai Glagah. Sebelum membuang kawanan pelaku juga mengambil harta benda milik para korbannya.

“Pagi itu, ada warga yang menemukan korban di pantai dan melaporkan ke Polairud sebelum dibawa ke RS Rizki Amalia Medika,” jelas Kapolres Kulonprogo AKBP Yulianto.

Karena tidak memiliki alat yang lengkap, kata Yulianto, kedua korban dirujuk ke RSUD Wates. Saat itu keduanya masih tidak sadarkan diri.

Setelah sempat dirawat, M Syakri tersadar dan bisa diajak komunikasi. Dari situ diketahui ada M Nur yang masih menginap di King’s Hotel dan langsung diajak ke RSUD Wates.

“Kondisinya masih belum stabil, jadi penyelidikan belum bisa maksimal. Apa karena mabuk atau dibius,” ujarnya.

Sementara M Syakri, mengatakan pada Rabu 18 November 2015 pagi mereka bertiga tiba di Kulonprogo dan menginap di hotel. Saat itu mereka membawa uang 5 ribu ringgit.

Karena uang kurang untuk bertransaksi M Syakri dan Amirudin pulang ke Malaysia untuk mengambil lagi uang dan kembali ke Kulonprogo pada Jumat 20 November 2015 pagi.

Saat tiba di Bandara mereka dijemput kolega bisnisnya yang diketahui bernama Andika dan pemilik barang Ardi. Dari sana mereka berangkat ke Cilacap untuk melihat barang yang akan dibeli berupa pedang samurai dan tokek.

“Saat pulang dari sana itu kami dibius dengan dikasih air mineral,” jelasnya.

Hanya dalam hitungan menit, dia merasakan pusing dan tidak sadarkan diri. Awalnya dia sempat berteriak tetapi tidak bisa melawan.

Akibatnya, kedua korban langsung tidak sadarkan diri. Mereka kehilangan uang tunai 10 ribu ringgit, jam tangan, handphone dan semua barang.

Dokter jaga RSUD Wates Lisa Larosma Dewi mengatakan, kedua korban datang dalam kondisi tidak sadarkan diri dan diantar oleh polisi. Meski begitu kondisinya cukup baik dari denyut nadi, suhu dan tekanan darah. Setelah dilakukan pertolongan selama enam jam mereka mulai sadar.

“Kita bersihkan lambung dengan infus,” tuturnya.

(MSR)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini