Jepang Selidiki Perahu Hantu Pembawa Mayat yang Terdampar

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 01 Desember 2015 14:36 WIB
https: img.okezone.com content 2015 12 01 18 1258919 jepang-selidiki-perahu-hantu-yang-terdampar-6Hc2KDjZkL.jpg Salah satu perahu hantu yang terdampar di Pantai Utara Jepang. (Foto: AFP)

TOKYO – Pemerintah Jepang menyelidiki 11 perahu yang membawa 25 mayat dengan kondisi membusuk ke Pantai Utara Jepang selama dua bulan terakhir. Tidak ada kehidupan yang terlihat dari perahu-perahu bertuliskan aksara Korea tersebut.

Semua jasad yang ditemukan di dalam perahu berada dalam keadaan busuk, dua di antaranya tidak berkepala, menunjukkan mereka telah terapung dalam waktu yang sangat lama. Salah satu penemuan terbaru adalah sebuah perahu sepanjang sekira 12 meter berisi 10 mayat busuk, perlengkapan pancing serta jala.

Kepolisian Jepang menduga mayat-mayat tersebut adalah para nelayan yang gagal kembali ke darat atau para pembelot dari Korea Utara (Korut) yang mencoba melarikan diri dari rezim Kim Jong-un. Ditemukannya aksara “hangul” Korea bertuliskan ‘Tentara Rakyat Korea No.325’ di salah satu perahu menguatkan dugaan kedua.

“Ada banyak pembersihan di pejabat tinggi di Korut, sangat mungkin ketakutan itu telah turun ke masyarakat sehingga semua orang khawatir,” kata peneliti dari Meiji Institute for Global Affairs, Jun Okumura, sebagaimana dilansir dari Telegraph, Selasa (1/12/2015).

Dugaan lainnya adalah kapal-kapal tersebut digunakan oleh Korut untuk menyusupkan mata-matanya ke Jepang, atau untuk menyelundupkan obat bius keluar negeri. Namun, Okumura tidak yakin akan kemungkinan itu.

“Saya pikir pembelot yang paling mungkin, dan fakta bahwa ada begitu banyak kasus dalam waktu singkat merupakan hal yang mengkhawatirkan. Ini menunjukkan ada ketidakstabilan yang serius di Korut,” ujar Okumura.

Jika dugaan tersebut benar, ini bukanlah yang pertama kalinya pembelot dari Korut mengarungi lautan untuk kabur dari negaranya. Pada September 2011, sembilan warga Korut berhasil diselamatkan oleh penjaga pantai Jepang setelah tersesat di lautan selama lima hari saat mencoba mencapai Korea Selatan (Korsel).

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini