BEIJING – Bencana longsor melanda Shenzhen, selatan China. Akibatnya, 22 bangunan di sebuah taman industri di Shenzhen rubuh dan 59 orang dikabarkan hilang.
Dilansir dari BBC, Senin (21/12/2015), pemerintah setempat menyatakan sekira 900 orang telah dievakuasi dari lokasi kejadian. Empat orang yang terjepit reruntuhan sudah berhasil diangkut keluar dan hanya mengalami cedera ringan.

Seorang saksi mata yang merupakan pekerja lokal mengatakan, ia melihat bagaimana tanah merah dan lumpur seperti berlarian menuju ke arah bangunan tersebut.
Warga lain yang tinggal sekira 4 kilometer dari lokasi longsor bahkan sampai mendengar suara ledakan pada sore hari ketika bencana alam itu terjadi.
“Lahan seluas 20.000 meter persegi itu sekarang tertutup tanah. 36 pria dan 23 wanita menghilang. Tanda-tanda kehidupan mereka terdeteksi dari tiga lokasi terpisah,” ujar kepala pemadam kebakaran setempat.

Otoritas Guangming menyatakan sekira 1.500 petugas pemadam kebakaran diturunkan ke lokasi terjadinya longsor di Shengzhen.
Media lokal melaporkan bahwa tanah di sekitar bangunan turun akibat adanya pekerjaan konstruksi yang menggali tanah di sana dalam dua tahun terakhir, serta menimbulkan tumpukan tanah di dekatnya.
Diwartakan Weibo, Pemkot setempat menyatakan, tanah longsor juga telah memicu ledakan di sebuah pompa bensin tak jauh dari lokasi longsor.
Video terjadinya longsor di China bisa dilihat di sini.
(Silviana Dharma)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.