BANGKALAN - Untuk menyambut Hari Kelahiran Nabi Muhammad SAW pada 12 Rabiul Awal Tahun Hijriah, warga Madura menggelar acara Maulid Nabi. Kegiatan tersebut merupakan tradisi bagi umat Islam yang ada di Pulau Garam.
Maulid Nabi sendiri dilakukan masyarakat dengan cara mengundang ulama, tetangga dan para kerabat. Kemudian mereka membaca puji-pujian kepada Nabi Muhammad SAW dan ditutup dengan doa.
Tidak hanya satu rumah yang menggelar Maulid Nabi, tetapi hampir satu desa. Acara Maulid Nabi itu bergantian dari satu rumah ke rumah warga yang lain. Sehingga warga yang datang ke acara Maulid Nabi harus membawa tas plastik.
Hal itu dilakukan untuk menyimpan berkat (nasi, kue, ikan dan buah yang dibungkus dengan daun atau kertas) yang didapat. Sebab, setiap rumah yang didatangi pasti ada berkatnya. Jika warga itu mendatangi 10 rumah, berarti mendapat 10 berkat.
Bisa dibayangkan bila tidak membawa tas plastik, tentunya akan kesulitan saat membawa berkat. Sehingga semua warga baik orang tua maupun anak-anak membawa tas plastik. Kondisi tersebut seperti yang terjadi di Desa Langkap, Kecamatan Burneh, Bangkalan, Rabu (23/12/2015).