Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

1.846 Hektar Pertanian Bromo Gagal Panen

Arie Yoenianto , Jurnalis-Selasa, 05 Januari 2016 |00:06 WIB
1.846 Hektar Pertanian Bromo Gagal Panen
Kondisi Pertanian di Kawasan Gunung Bromo Terancam Gagal Panen (Foto: Arie Yoenianto/Koran SINDO)
A
A
A

PROBOLINGGO - Semburan abu vulkanik Gunung Bromo selain merusak sarana infrastruktur, juga menyebabkan lahan pertanian sayur mayur gagal panen. Selama kurun waktu satu bulan sejak ditetapkan status Siaga Gunung Bromo, sedikitnya 1.846 hektar lahan pertanian rusak dan gagal panen.

Lahan pertanian yang terdiri dari tanaman kentang, kubis, sawi dan tomat ini terdapat di Kecamatan Sukapura, Sumber dan Lumbang. Sebagian besar tanaman yang dipanen tersebut, mati setelah tertimbun abu vulkanik yang mengandung belerang.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo, Mahbub Zunaidi mengungkapkan, luasan lahan pertanian tanaman sayur di Kecamatan Sukapura mencapai mencapai 718 hektar. Di Kecamatan Sumber seluas 754 hektar dan di Kecamatan Lumbang seluas 365 hektar.

"Abu vulkanik Gunung Bromo tersebut menimpa lahan pertanian tanaman sayur mayur. Timbunan abu yang terus bertambah menyebabkan tanaman kering dan mati," kata Mahbub Zunaidi.

Menurut Mahbub, hingga saat ini semburan abu vulkanik tersebut masih terus berlangsung pada kawasan terdampak. Sehingga masih berpotensi menyebabkan gagal panen pada tanaman sayur mayur tersebut.

"Kami terus melakukan pendataan areal pertanian yang terdampak abu vulkanik. Sementara untuk pemberian bantuan pertanian masih belum bisa dilakukan saat ini. Karena erupsi Gunung Bromo masih terus berlangsung," tegas Mahbub.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement