2. Stephanie Julianna von Hohenlohe
Stephanie adalah seorang putri yang cantik dan lahir dari keluarga kaya raya di Jerman. Selama menjalani kariernya sebagai mata-mata, ia memanfaatkan kecantikan dan statusnya untuk menggaet aristokrat-aristokrat Jerman pada tahun 1930-an.
Keahliannya bersosialisasi kabarnya juga mampu menaklukkan hati para menteri kabinet Kerajaan Britania Raya pada masa itu. Hal ini menjadi keuntungan besar bagi Nazi di bawah pimpinan ‘The Fuhrer’ Adolf Hitler.

Pasca-Perang Dunia (PD) II kariernya sebagai mata-mata Jerman di Inggris berakhir. Agar tidak tertangkap, ia pindah ke Amerika Serikat dan menetap di sana. Setelah identitasnya terungkap, ia diminta pemerintah setempat membuat profil psikologis tentang Hitler pada tahun 1943.
3. Anna Chapman
Anna Chapman dikenal sebagai Si Rambut Menyala yang Cantik dari Rusia. Ia ditangkap bersama sembilan orang lainnya pada tahun 2010 atas dugaan keterlibatan dalam jaringan mata-mata program ilegal.
Anna bekerja sebagai agen rahasia Rusia yang jelas tujuannya adalah untuk menyusup ke lingkaran sosial dan politik tingkat elit. Pendidikan terakhirnya, yakni sarjana ekonomi dengan IQ 162.
Ia lahir sebagai seorang bangsawan, putri dari pejabat senior di KGB. Pada tahun 2001, ia menikahi pria Inggris Alex Chapman dan mendapatkan kewarganegaraan ganda Rusia-Inggris. Sayang pernikahannya berujung perceraian. Ia pindah ke Manhattan dan mengirim banyak informasi sensitif dari sana ke Kremlin.

Dia ditangkap FBI pada tahun 2010 saat diminta untuk meneruskan paspor palsu ke mata-mata lain. Berkat saran ayahnya, ia menyerahkan diri beserta barang buktinya. Ia ditahan, namun tak berapa lama ia dibebaskan dan dideportasi ke negara asalnya.
Sejak saat itu, ia beralih profesi jadi selebriti dan pernah mengisi sampul terdepan majalah Maxim di Rusia. Atas jasa-jasanya, ia menerima satu medali tertinggi untuk mata-mata di Rusia.