4. Josephine Baker
Mata-mata yang satu ini juga menyembunyikan identitasnya dalam rupa penari erotis. Josephine Baker bekerja untuk Prancis. Ia terkenal pandai menari, menyanyi, berakting dan aktivis rakyat sipil serta mata-mata perlawanan Prancis.
Ia pindah dari Amerika Serikat ke Paris pada 1925. Sejak itulah kariernya sebagai agen rahasia dimulai. Ia resmi direkrut intelijen Prancis pada 1939 sebagai koresponden terhormat untuk mengumpulkan informasi tentang lokasi pasukan Jerman dari pejabat di banyak pihak yang akan menghadiri kedutaan dan kementerian di seluruh Eropa.
Bahkan ketika Nazi Jerman menginvasi Prancis, popularitas Baker memungkinkannya bergerak bebas dan membawa informasi untuk transmisi ke Inggris, ditulis dengan tinta kasat mata pada lembaran musiknya.

Setelah PD II, ia kembali ke AS dan berperan penting dalam gerakan hak-hak sipil yang di sana. Ia bahkan pernah menerima ancaman pembunuhan dari Klu Klux Klan.
Pada tahun 1963, Josephine Baker adalah satu-satunya pembicara wanita resmi di Washington saat Martin Luther King menyampaikan pidatonya yang paling terkenal, "saya punya mimpi.”

(Wikanto Arungbudoyo)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.