JAKARTA - Tragedi bom yang terjadi di kawasan Sarinah, Jalan MH Thamrin, Sarinah, Jakarta, mendapat simpati banyak pihak. Pemerintah pun dinilai lamban mencegah peristiwa tersebut.
"Padahal, indikasi adanya serangan di Jakarta pascateror di Paris dan Istanbul sudah cukup kuat," kata pengamat politik dari Akar Rumput Strategic Consulting (ARSC) Dimas Oky Nugroho, di Jakarta, Kamis (14/1/2016).
Dimas menilai fragmentasi elit di tubuh pemerintahan dan kegaduhan politik menyebabkan lemahnya kewaspadaan dan ketahanan nasional serta berkurangnya koordinasi antarinstitusi yang berwewenang.
Menurutnya, dalam perspektif kepemimpinan dan manejemen krisis, respon negara yang cepat dan tepat sangat dibutuhkan untuk merespons situasi krisis.
"Negara harus mampu menjelaskan sekaligus menenangkan publik bahwa negara tidak bisa dikalahkan oleh aksi terorisme," ujarnya.
Dia juga menilai sudah menjadi tugas negara untuk mampu melindungi keselamatan rakyat termasuk kebebasan sipil dan demokrasi.
"Respons negara harus kuat, para pemimpin jangan terfragmentasi dan respon kepemimpinan nasional harus tegas dalam menumpas aksi terorisme. Intinya, rakyat jangan takut atau ditakut-takuti oleh aksi terorisme seperti ini," pungkasnya.
(Fahmi Firdaus )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.