Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pertempuran Aru: Mengadu Nyali di Kegelapan Malam

Randy Wirayudha , Jurnalis-Jum'at, 15 Januari 2016 |15:40 WIB
Pertempuran Aru: Mengadu Nyali di Kegelapan Malam
Replika KRI Matjan Tutul 650 di Museum Satria Mandala (Foto: Wikimedia)
A
A
A

Baru pada sekira pukul 22.07, Kapal Belanda, Evertsen, memuntahkan peluru meriam 12 cm ke arah KRI Matjan Tutul yang ternyata meleset. Semenit kemudian, KRI Matjan Tutul membalas tembakan dengan senjata 40 mm dan 12,7 mm dari geladak.

Melalui komunikasi radio, pada pukul 22.09 Komodor Yos Sudarso menyerukan: “Kobarkan semangat pertempuran!”, sebelum akhirnya ikut tewas tenggelam, setelah tembakan Evertsen mengenai KRI Matjan Tutul.

21 awak tewas, termasuk Komodor Yos Sudarso, Kapten Tjiptadi, Kapten Memet, Sastrawiria dan Kapten Wiratno. Sementara 53 awak lainnya ditangkap setelah sekoci mereka dihadang Kapal Evertsen.

Pukul 22.10, giliran Kapal Kortenaer yang mengincar Matjan Kumbang dan terus memburu kapal patroli kecil itu sampai pukul 23.45.

Sementara pukul 22.45, Kapal Evertsen memburu KRI Harimau dengan turut memuntahkan peluru meriamnya yang juga akhirnya dihentikan pada pukul 23.45, pasca-KRI Matjan Kumbang dan KRI Harimau berhasil keluar dari medan pertempuran.

(Randy Wirayudha)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement