NEW YORK - Rezim Pemerintah Presiden Bashar al-Assad melakukan pembelaan atas kondisi kelaparan parah di sejumlah kota di Suriah yang memicu kemarahan masyarakat internasional. Rezim Assad menuduh pemberontak Suriah yang menyebabkan kelaparan warga sipil selama konflik lima tahun terakhir.
Pembelaan rezim Assad itu disampaikan di depan Dewan Keamanan PBB. Menurut mereka, tidak ada yang peduli terhadap penderitaan orang-orang Suriah kecuali Pemerintah Assad.
Dewan Keamanan PBB menggelar pertemuan pada hari Jumat 15 Januari untuk membahas nasib sekitar 400 ribu warga di beberapa kota di Suriah yang menderita kelaparan. Pertemuan itu merupakan yang kedua setelah foto-foto kelaparan warga sipil di Kota Madaya dan sekitarnya beredar secara online.
Rezim Assad disalahkan atas pengepungan di Kota Madaya, sedangkan pasukan pemberontak juga disalahkan atas pengepungan beberapa kota di Idlib yang menyebabkan banyak warga sipil kelaparan.
Organisasi bantuan internasional Medecins Sans Frontieres (MSF) telah mengkonfirmasi bahwa ada 35 kasus kematian akibat kelaparan di Madaya. ”Pemerintah Suriah adalah pemerintah yang paling memperhatikan rakyatnya,” klaim Wakil Utusan Suriah untuk PBB, Mounzer Mounzer di hadapan 15 anggota DK PBB.