“Misalnya, berita kecelakaan bus, pesawat, itu lebih banyak (korbannya). Karena (masyarakat) jenuh, (kejadian ini) ada dimana-mana dan bukan di Indonesia saja. Akhirnya mereka merasa seperti di Lebanon, kita biasa-biasa saja,” terang dia.
Selain itu, fenomena ini menurut Dewi juga menunjukkan bahwa masyarakat sudah apatis. Artinya teror bom ini tidak langsung menyentuh kepentingan pribadinya sehingga tak menjadi kekhawatiran. Beda halnya dengan kenaikan BBM atau tarif listrik yang langsung berdampak pada pemenuhan kebutuhan masyarakat.
“Ada indikasi sudah apatis. Mereka sudah merasa orang yang ditangkap itu enggak habis-habis, akhirnya masyarakat lebih apatis, lebih peduli masalah cari makan mereka, kondisi masyarakat sedang apatis dengan BBM, listrik naik dan kemudian kejadian sehari-hari, tabrakan mobil segala macam, lebih seru,” kata Dewi.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.