"Dibanding Paris, kita lebih tenang. Mereka setelah ada bom syok, karena apa? Paris adalah sebuah negara dengan kekayaan militer, intelijen dan pendanaan yang baik tiba-tiba ada kecolongan. Yang membuat mereka syok itu karena ketakutan mereka terlalu lama," jelasnya.
Tidak hanya itu, pada hari kejadian Presiden Indonesia Joko Widodo sempat melakukan kunjungan kerja ke Jawa Barat namun langsung kembali lantaran ada teror bom, dia menyempatkan diri mendatangi lokasi tanpa menggunakan rompi anti peluru di badannya.
Tidak hanya dia, beberapa anggota kepolisian pun bahkan tidak menggunakan pengamanan itu di badannya. Keberanian mereka mengatasi teror membuat masyarakat merasa tenang.
"Mereka datang tanpa pakai rompi, begitu bersedia menghadapi hidup dan mati. Efek psikologi itu sangat penting," tutupnya.
(Muhammad Sabarudin Rachmat (Okezone))
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.