"Data intel 100 sudah pulang, lalu yang nagawasin mereka siapa? Mereka tersebar di mana-mana banyak sekali. Ada salah satu teroris, Urwah ditangkap sampai tiga kali," jelasnya.
Dirinya mencontohkan, salah seorang teroris bernama Umar Abdurrahman, pada setiap Jumat bisa menyebarkan tausyiahnya terkait ISIS di balik sel penjara.
"Radikalisasi mereka jalan terus. Saya komunikasi dengan teman-teman, jadi setiap Jumat ada rekaman dari Umar Abdurahman. Dia tausyiah dari dalam penjara, tapi rekamannya beredar. Tausyiahnya tentang berbaiat ISIS dan Al Baghdadi-nya jalan terus," jelas purnawirawan Polri itu.
Sebab itu, dia meminta kepada lembaga pemerintah untuk tetap memaksimalkan pengawasan terhadap pelaku teror agar tidak kecolongan. Menurutnya, Indonesia punya banyak lembaga yang bisa mengatasi masalah itu.
"Ini harusnya kan mudah kalau ada lembaga yang ngawasin itu. Kan ada banyak lembaga yang bisa tanggung jawab, mulai dari Kemenaker, Kemenag, Polisi dan Intelijen," tutupnya.
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.