JAKARTA - Hingga tadi malam, empat keluarga korban bom di kawasan Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, telah mendatangi posko anti mortem, RS Polri, Kramatjati, Jakarta Timur.
Mereka diambil sampel DNA untuk dicocokan dengan data post mortem tujuh jenazah yang berada di kamar mayat RS Polri.
"Empat keluarga yang sudah diambil ante mortem dan DNA. Sudah diambil semua, itu update sampai tadi malam," ujar seorang petugas DVI, RS Polri yang enggan disebut namanya, Sabtu (16/1/2016).
Keluarga yang telah diperiksa ialah, istri Muhammad Ali, istri Sugito, ayah Riko, dan seorang yang belum dirinci identitasnya. Salah seorang kerabat Sugito, Darmo (60) misalnya, ia mengaku datang ke RS Polri untuk melapor suami keponakannya yang hilang.
"Saya ditanya sebagai apa, saya jawab saya paman istrinya Sugito, mau lapor, dia hilang," ujar Darmo tadi malam di RS Polri.
Seperti diketahui, polisi masih belum melakukan rekonsiliasi data post mortem dengan data ante mortem ketujuh jenazah. Saat ini, jasad korban ledakan bom kawasan Sarinah, masih diawetkan di peti es yang berada di depan kamar jenazah.
"Kalau pemeriksaan DNA, selesainya bisa dua minggu," tukas Dokter Spesialis Forensik RS Polri, Arif Wahyono.
(Fransiskus Dasa Saputra)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.