Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

AKBP Untung Sangaji: Jangan Tanya Saya Berani atau Tidak?

Feri Agus Setyawan , Jurnalis-Sabtu, 16 Januari 2016 |13:58 WIB
AKBP Untung Sangaji: Jangan Tanya Saya Berani atau Tidak?
AKBP Untung Sangaji (foto: Istimewa)
A
A
A

JAKARTA – AKBP Untung Sangaji, tenaga pengajar di Pusat Pendidikan Polisi Udara dan Air (Pusdik Polair) berada di posisi terdepan saat melumpuhkan salah satu teroris di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat pada 14 Januari 2016. Saat itu, ia sedang bertugas menjaga jalur lintas di luar ring satu Istana Negara.

Bersama dengan rekannya, IPDA Tamat Suryani, Untung menembak salah satu mati teroris yang diketahui bernama Sunakim alias Afif.

Untung yang mengenakan kemeja putih ketika beraksi merasa tidak takut sama sekali berhadapan langsung dengan pelaku yang membawa bom.

"Gak usah nanya saya berani, untuk apa saya jadi polisi kalau nggak berani? Kita menganggap kaki satu sudah di atas kuburan. Kalau kita tidak bisa melakukan untuk rakyat, untuk apa jadi polisi, untuk apa jadi perwira," tutur Untung dalam diskusi dengan tema 'Di Balik Teror Jakarta' yang diadakan di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (16/1/2016).

Perwira menengah ini menegaskan, bahwa polisi Indonesia tidak boleh memiliki rasa takut ketika menjalankan tugas, meski nyawa menjadi taruhannya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement