JAKARTA - Tiga orang kordinator Tim Pembela Muslim (TPM) mendatangi ruang instalasi forensik Rumah Sakit (RS) Polri, Kramatjati, Jakarta Timur. Mereka ingin memastikan apakah keluarga korban terduga teroris bom Sarinah sudah didata untuk proses pengambilan jasad korban yang saat ini masih berada di kamar mayat.
"Jadi kedatangan kita kesini memastikan apakah dari keluarga korban terduga teroris ini sudah semua datanya masuk kesini untuk proses pengambilan mereka nanti," ujar Abu Umar (40) usai berbincang dengan petugas DVI di posko ante mortem RS Polri, Sabtu (16/1/2016).
Umar menambahkan, pihaknya mewakili lima terduga pelaku teror bom Sarinah. Namun, pihaknya tak memungkiri ingin segera memulangkan jasad Muhammad Ali yang semalam sempat digerebek rumahnya di kawasan Meruya, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat.
"Kita mewakili semuanya, tapi memang yang paling kita ini (wakili), Muhammad Ali," imbuhnya.
Saat disinggung apakah TPM termasuk satu kelompok dengan para terduga pelaku, Umar memilih bungkam. Ia menyebut hanya mengonfirmasi identitas terduga pelaku dan menanyakan kelengkapan berkas pengambilan mayat.
"Saya tidak bisa ngomong itu. Tugas kita hanya ini. Biasa cuma cek konfirmasi masalah kelengkapan pengambilan jenazah. Tapi kita belum tau kapan bisa diambil," tukasnya lalu pergi mengendarai Mitsubishi Mirage putih bernomor polisi B 1088 SRB.
(Fransiskus Dasa Saputra)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.