nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kabupaten Ini Canangkan Target Musnahkan 8.000 Anjing Liar

ant, Jurnalis · Sabtu 16 Januari 2016 11:39 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2016 01 16 340 1289644 kabupaten-ini-canangkan-target-musnahkan-8-000-anjing-liar-6gnwanpnZS.jpg Foto: Ilustrasi Anjing Liar (Dok. Okezone)

PAINAN - Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, terus berupaya mengantisipasi penyebaran rabies kepada masyarakat dengan memutus matarantai penyebab timbulnya penyakit tersebut yang timbul dari binatang tertentu.

"Anjing liar merupakan binatang penyebar rabies terbanyak melalui gigitannya terhadap manusia di daerah ini. Untuk memutus matarantai penyebaran rabies dari binatang tersebut, pemkab setempat menargetkan eliminasi (pemusnahan) anjing liar sebanyak 8 ribu ekor pada 2016, " kata Kepala Dinas Peternakan Pesisir Selatan Nuzirwan di Painan, Sabtu (16/1/2016).

Target pemusnahan anjing liar pada 2016 lebih banyak dari tahun lalu (2015) yang hanya sebanyak 7.500 ekor. Dari target 2015 petugas peternakan berhasil mengeliminasi anjing liar sebanyak 7.200 ekor.

Menurutnya, penambahan populasi anjing liar di kabupaten itu cukup tinggi, dalam setahun diprediksi mencapai empat kali lipat dari jumlah sebelumnya atau perkembangannya mencapai 16 ribu ekor per tahun, tersebar di 15 kecamatan yang ada.

Seperti biasa, kegiatan eleminasi dilaksanakan sebanyak tiga kali dalam setahun di seluruh wilayah kabupaten itu. Sedangkan bagi anjing peliharaan atau anjing berburu, pemkab juga berupaya mengantisipasi penyebaran penyakit rabies dengan melakukan vaksinasi.

"Bagi anjing peliharaan vaksinasi penting dilakukan agar terhindar dari penyakit rabies. Seperti biasa Vaksinasi dilakukan sebanyak dua kali dalam setahun di seluruh wilayah kabupaten ini, " katanya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Pesisir Selatan Syahrizal Antoni mengatakan, sepanjang tahun 2015 pemkab mencatat terjadi sebanyak 94 kasus gigitan anjing liar terhadap masyarakat.

Pada uji laboratorium yang dilakukan terhadap empat orang yang digigit anjing liar tersebut, satu orang diantaranya dinyatakan positif rabies.

"Rabies dapat disebabkan oleh gigitan berbagai binatang seperti kucing, kera (monyet) anjing dan sebagainya. Namun penderita rabies di kabupaten itu tahun 2015 mayoritas disebabkan oleh gigitan anjing," katanya.

Dari kasus tersebut, bagi warga yang dinyatakan positif terkena rabies langsung diberikan vaksinasi oleh pemkab setempat melalui dinas kesehatan sehingga kembali sembuh.

Katanya, semua kasus gigitan anjing sepanjang tahun 2015 di kabupaten itu telah berhasil ditangani pihak medis dengan baik.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini