Meski begitu, fatwa tersebut tidak berlaku di negara bagian Wahhabi. Sebab negara ini tidak pernah dipaksakan untuk mengikuti ajaran tersebut. Pertandingan papan hitam putih juga akan tetap diselenggarakan di Mekkah pada Jumat besok.
“Saya rasa permainan ini sama sekali tidak mengancam masyarakat. Ini bukan sesuatu yang begitu bejat sampai merusak moral,” tukas Musa.
Sebelumnya, ulama Saudi pernah mengisukan berbagai larangan aneh lain, misalnya larangan makan sepuasnya saat prasmanan, melarang Pokemon dan larangan membuat boneka salju.
Foto: Ayatollah Ali al Sistani
Sementara itu, Ulama Syiah di Irak Ayatollah Ali al Sistani mengharamkan total umatnya bermain catur dalam kondisi apapun, baik yang hanya dimainkan dalam komputer maupun tidak menggunakan pertaruhan sama sekali.
Pada 1979, permainan pikiran yang melibatkan 32 bidak ini pernah dilarang di Iran. Akan tetapi, sembilan tahun yang lalu aturan itu dicabut oleh Ayatollah Khomeni. Negara lain yang pernah mengharamkan pertandingan menjatuhkan raja-ratu ini adalah Afghanistan, tepatnya oleh kelompok militan Taliban.
(Silviana Dharma)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.