Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Brasil Dilanda Virus Zika, Belum Ada Laporan WNI Terinfeksi

Randy Wirayudha , Jurnalis-Rabu, 27 Januari 2016 |16:34 WIB
Brasil Dilanda Virus Zika, Belum Ada Laporan WNI Terinfeksi
Virus Zika menyebabkan bayi lahir dengan kelainan Microcephaly (Foto: Reuters)
A
A
A

JAKARTA – Brasil jadi salah satu negara yang paling parah terdampak wabah Virus Zika. Dilaporkan, lebih dari tiga ribu kasus tercatat dan puluhan bayi disebutkan meninggal karenanya di Negeri Samba tersebut.

Bahkan, sejumlah negara di Amerika Selatan sudah mengeluarkan peringatan untuk para wanita, agar menunda kehamilannya.

Pasalnya, virus yang dibawa melalui perantara Nyamuk Aedes Aegypti ini sangat berbahaya buat para wanita hamil.

Jika terinfeksi, maka bayi yang dilahirkannya akan mengalami kelainan Microcephaly, atau kelainan ukuran kepala bayi yang lebih kecil dari ukuran normal.

Terkait hal ini, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Brasil, dikatakan terus mengawasi kondisi para warga negara Indonesia (WNI) di Brasil.

“Kita masih terus ikuti (wabah Virus Zika) dan berkoordinasi dengan KBRI Brasil,” papar juru bicara Kementerian Luar Negeri RI, Armanatha Nasir kepada Okezone, Rabu (27/1/2016).

“KBRI Brasil sendiri terus memonitor dan belum ada laporan WNI yang terkena (Virus Zika). Kalau ini jadi satu hal yang membahayakan, kita akan ambil langkah-langkah selanjutnya,” imbuhnya.

Untuk sementara, belum ada kabar bahwa Indonesia menyatakan siaga Virus Zika, sebagaimana yang diterapkan Singapura sebelumnya.

Padahal otoritas Taiwan sempat melaporkan adanya indikasi satu kasus Virus Zika terhadap warganya, pasca-bepergian ke Thailand, 19 Januari 2016 silam.

(Randy Wirayudha)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement