The Gospel of The Prophet Mani
Dunia pada abad ke-3 masehi tengah mengalami kebimbangan tentang dua buah agama besar yang saling bertolak belakang. Paganisme dan Kristen berjuang memperluas pengaruhnya ke berbagai negara di Eropa dan Asia.
Bermula dari kebimbangan ini seseorang bernama Mani terdorong untuk membuat agama sendiri dan menulis kitab suci sebagai pedoman bagi para pengikutnya yang kala itu jumlahnya sangat banyak.
The Gospel of The Prophet Mani adalah sebuah kitab yang mengajarkan sebuah kebaikan, di mana umatnya dianjurkan untuk melakukan hal terpuji dan meningkatkan spiritualitas diri. Ajaran tersebut menekankan dua hal pokok pada dunia, pertama ialah kegelapan dan yang kedua adalah cahaya. Dua hal ini akan terus berperang sampai kapanpun.
Adapun Manichaeism atau Agama Mani sendiri sangat berpengaruh hingga pengikutnya ada yang berasal dari Tiongkok. Sayangnya pada abad ke-10 agama ini lenyap karena tekanan dari agama Kristen yang saat itu sudah mulai berkembang pesat di daratan Eropa.
Amritbani Guru Ravidass Ji
Amritbani Guru Ravidass Ji adalah kitab suci dari agama Ravidass. Ia merupakan agama yang dikembangkan pada abad ke-14 oleh seorang guru bernama Ravidass.
Setelah bertahan lebih kurang enam abad, agama ini pun memasuki masa kehancuran akibat konflik dengan agama Sikh di abad ke-20. Sejak saat itu pengikut Ravidass sudah mulai berkurang.
Kitab Amritbani Guru Ravidass Ji mengajarkan tentang keesaan Tuhan dan juga bagaimana membangun suatu hubungan dengan Tuhan. Selain itu, ia juga mengajarkan bagaimana memperoleh sebuah moksa dan mengakhiri masa pengembaraan. Pemeluk agama Ravidass di India saat ini telah menembus angka satu juta orang dan diprediksi akan terus bertambah.
(Syukri Rahmatullah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.