Kronologi penculikan ini dipicu “perang” di media sosial Twitter. Perseteruannya dengan Yeimi, kemudian mendorong Carolina membuat akun palsu dengan menggunakan foto-foto bugil Yeimi.
Tak terima, Yeimi pun mengusung aksi balas dendam terhadap Carolina bersama saudarinya, Claudia, untuk menculik Carolina, kemudian menyekapnya di mobil Yeimi. Di dalam mobil, Carolina mengaku mengalami penyiksaan.
“Mereka menggigit saya, menyiksa saya. Mereka juga menjambak rambut saya, mencukur rambut saya sampai botak, mengguntingi pakaian saya dan menyetrum saya,” aku Carolina, sebagaimana disitat Daily Mail, Sabtu (13/2/2016).
Carolina kemudian dibawa kabur. Tapi dalam perjalanan, mobil mereka menabrak mobil lainnya hingga ringsek. Polisi yang mendatangi lokasi kecelakaan dilaporkan justru melepaskan Yeimi!
Diduga, Yeimi punya “kenalan” figur berkuasa, sampai polisi saat itu tak berani menahannya. Tapi kemudian Carolina keukeuh melaporkan hal ini ke kantor polisi yang akhirnya ditindaklanjuti dengan penahanan.
“Mereka bilang akan membunuh saya, bahwa mereka kenal orang-orang penting dan takkan dipenjara. Saya dikatakan akan tetap jadi pihak yang kalah dan di lain waktu, mereka akan menyiramkan cairan asam ke wajah saya dan menghancurkan hidup saya,” lanjut klaim Carolina.
(Randy Wirayudha)