WASHINGTON – Militer China diyakini telah mengirim rudal kendali darat ke udara canggih ke salah satu pulau sengketa di Laut China Selatan (LCS). Keyakinan itu diperkuat data dari citra satelit warga sipil.
Gambar dari ImageSat International itu menunjukkan ada dua deret peluncur untuk delapan rudal kendali darat ke udara beserta sistem radar ke Pulau Woody yang berada di kepulauan Paralel. Pulau Woody diketahui juga diklaim kepemilikannya oleh Taiwan dan Vietnam.
“Meski saya tidak bisa mengomentari urusan yang berhubungan dengan intelijen, tapi kami menaruh perhatian sangat besar terhadap urusan ini,” ujar juru bicara Pentagon Bill Urban, seperti diberitakan Reuters, Rabu (17/2/2016).
Rudal tersebut diyakini tiba di Pulau Woody pada akhir pekan lalu. Berdasarkan citra satelit, rudal-rudal itu terlihat pada Minggu 14 Februari. Keakuratan foto tersebut dikonfirmasi oleh salah seorang pejabat Amerika Serikat (AS).
Menurut pejabat itu, gambar menunjukkan rudal sistem pertahanan udara berjenis HQ-9 yang dapat mencapai jarak 200 kilometer dan merupakan ancaman nyata bagi pesawat jenis apa pun yang melintas di dekatnya.
Laporan tersebut datang di tengah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN yang turut dihadiri Presiden AS Barack Obama di Kanada. Dalam konferensi pers, pria kelahiran Hawaii itu menyatakan dirinya bersama para pemimpin ASEAN berdiskusi untuk meredakan ketegangan di LCS dan setuju bahwa sengketa di wilayah mana pun harus diakhiri secara damai.
(Wikanto Arungbudoyo)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.