LONDON – Memiliki berat awal 158,6 gram atau 793 karat, berlian Koh-I-Noor pernah menjadi intan terbesar di dunia. Materi sumber daya paling berkilau seukuran telur ayam ini menjadi incaran para penguasa di seluruh jagat raya.
Sejak abad pertengahan, Koh-I-Noor yang berarti ‘gunung cahaya’ diperebutkan oleh maharaja, shah, pangeran, bahkan para ratu di dunia. Hingga berlian babur ini sekarang tinggal pecahannya yang seberat 105,6 karat dan 21,6 gram. Kepemilikannya pun masih menjadi polemik.
Mengenai harganya, jangan pernah ditanya. Hal itu seperti kata Ratu Afghanistan Wufa Begum. “Jika seorang pria kuat melempar empat batu, satu ke utara, satu ke selatan, satu ke timur, satu ke barat, dan batu kelima ke udara, dan jika ruang di antara mereka itu harus diisi dengan emas, semua tetap tidak akan sebanding dengan nilai yang dimiliki Koh-I-Noor,” ucap istri dari Shah Shujah Durani tersebut, mengutip dari The Guardian, Kamis (18/2/2016).
Di tambang India pada tahun 1300-an, permata menakjubkan ini sering berpindah tangan. Bak batu bertuah yang tak habis dimakan zaman, Koh-I-Noor membawa kejayaan bagi pemiliknya, namun juga kutukan.
Sejak awal ditemukan di gua tambang Kollur (dekat kota modern Hyderabad, Telangana) milik Kerajaan Golkonda, cahayanya telah menyilaukan mata setiap insan yang melihatnya, tidak terkecuali para maharaja.
Masyarakat India percaya berlian ini diturunkan oleh Sang Surya atau Dewa Matahari sebagai hadiah untuk Bumi. Sementara umat Hindu meyakini permata seindah itu telah dicuri dari Dewa Khrisna saat tengah lelap tertidur. Kisah-kisah itu semuanya dihubungkan dengan perhiasan syamantaka yang terkenal berkekuatan supranatural dalam mitologi Hindu-India.
Sebagaimana dilansir dari Worthy, orang yang memiliki berlian Koh-I-Noor berhak menjadi penguasa dunia. Petuah inilah yang kemudian membuatnya menjadi berlian yang paling direbutkan bangsa-bangsa melalui perang berdarah.