“Kini masa depan (Libya) ada di tangan pihak asing. Kami melewati masa-masa penuh luka, air mata, kematian di mana-mana dan kehilangan moral. Sekarang setelah lima tahun, kita menyaksikan hasil dari revolusi yang didukung NATO,” tambahnya.
Kekerasan meningkat dan kematian warga sipil terjadi di mana-mana. Sementara kala revolusi itu pecah pada 2011 lalu, Khadafi diklaim tak punya kekuatan untuk melawan, karena kekuatan negara ada di tangan rakyat yang diwakili kongres dan komite-komite sipil.
“Tidak ada diktator atau tirani di Libya. Rakyat-lah yang mampu mengubah semua hal yang tak mereka sukai. Mereka punya dana dan senjata. Sekarang Libya disulap jadi tempat persemaian mafia global yang bersekongkol.,” sambung Al-Dam lagi.
“Para teroris keluar-masuk Libya dengan pesawat yang dilindungi barat. Pesawat-pesawat tempur dan misil-misil barat melindungi mereka yang datang ke Libya pada 2011, mengaku sebagai para muslim sejati,” tuntasnya.
(Randy Wirayudha)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.