SOLO –Aksi unjuk rasa menolak kebijakan Menteri Lingkungan Hidup (Kemen LH), Siti Nurbaya, yang memberlakukan tas kantong plastik berbayar, terjadi di Kota Solo, Jawa Tengah.
Puluhan orang yang tergabung dalam Lembaga Penyelamat Aset dan Anggaran Belanja Negara (Lapan) RI menggelar aksi penolakan di Bunderan Gladak, jalan Slamet Riyadi, Solo.
Dalam orasinya, Ketua Lembaga Penyelamat Aset dan Anggaran Belanja Negara RI, BRMH Kusumo Putro mendesak agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencopot Siti Nurbaya dari jabatannya sebagai Menteri Lingkungan Hidup. Dia menilai, kebijakan itu bukan kebijakan yang berpihak kepada rakyat.
"Presiden Jokowi harus segera mencopot Siti Nurbaya sebagai Menteri LH. Kebijakan memberlakukan kantung plastik berbayar di ritel-ritel seharga Rp200 itu menunjukan bila Kementerian LH tidak memiliki program. Kebijakan tersebut merupakan kebijakan yang sia-sia," terang Kusumo dalam orasinya, Kamis (25/2/2016).
Malah sebaliknya, ungkap Kusumo, kebijakan tersebut justru membawa keuntungan sendiri bagi para pengusaha ritel. Saat ini, jumlah sampah plastik di indonesia sebanyak 46 juta ton pertahun. Jumlah tersebut sangat sulit sekali diturunkan, meski plastik berbayar diterapkan.
Seharusnya, untuk menekan sampah plastik, ungkap Kusumo, bukan dengan memberlakukan kantong plastik berbayar. Tapi, idealnya, pemerintah memberikan alat pengolah sampah pada daerah-daerah serta memberikan pelatihan bagaimana mengolah sampah.
Bila Presiden Jokowi tak segera mengganti Menteri LH, ungkap Kusumo, berarti Presiden tidak memihak pada rakyat. Dan Jokowi selaku Presiden tidak memonitoring dan mengevaluasi kinerja menterinya, hingga ada kebijakan yang tak berpihak pada rakyat.
Meski aksi ini tak begitu mendapatkan penjagaan ketat, namun dalam aksi yang juga mengusung spanduk bertuliskan kecaman terhadap Menteri LH, sempat menarik perhatian para pengguna jalan. Pasalnya, dalam aksi tersebut kepala pendemo ditutupi kantong plastik.
Selain menggelar aksi di Solo, para pendemo ini pun akan menggelar aksi serupa di depan Istana Presiden, bila tuntutan mereka tak segera direspon oleh Presiden.
(Fransiskus Dasa Saputra)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.