Awalnya, pertemuan Pak Nas dengan Malinovsky sempat terusik pertanyaan sang Marsekal, soal benar atau tidaknya Pak Nas merupakan sahabat AS, musuh bebuyutan Soviet di era Perang Dingin.
“Saya dengar Anda adalah sahabat Amerika,” cetus Malinovsky dalam buku ‘Sahabat Lama, Era Baru: 60 Tahun Pasang Surut Hubungan Indonesia-Rusia’.
Sontak, Pak Nas menjawab,: “Kami berusaha bersahabat dengan semua bangsa, termasuk Soviet. Apalagi sama-sama berpendirian politik anti-kolonialisme,”.
Mendengar penjelasan diplomatis Pak Nas, relasi keduanya pun mencair dan berujung persahabatan secara pribadi. Di sisi lain, kunjungan Pak Nas pun tak sia-sia, lantaran kontrak sebesar USD500 juta sukses diresmikan untuk membeli sejumlah alutsista, di antaranya 12 kapal selam dan pesawat-pesawat tempur MiG-21.