BATUAJI - Kebakaran hutan nyaris merembet ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Tanjunguncang, Jalan Brigjend Katamso, Selasa (1/3/2016), sekira pukul 10.30 WIB.
Tidak hanya itu, api juga mengancam kantor Kelurahan Tanjunguncang, rumah dinas Mapolsek Batuaji, dan pemukiman warga rumah liar yang ada di Kampung Bintang. Diduga, api sengaja dibakar orang yang tidak bertanggungjawab.
Pantauan di lokasi, sejumlah petugas SPBU tampak kocar-kacir ingin memadamkan api sebelum merembet ke tempat kerjanya. Begitu juga di kantor kelurahan, para pegawainya banyak menyaksikan api yang sudah mendekati gedung kantor. Ada juga anggota Mapolsek Batuaji yang berusaha membantu memadamkan api sebelum rumah dinasnya habis terbakar.
Lahan gambut yang terbakar itu diperkirakan mencapai dua hektare. Angin kencang dengan mudah menyebarkan kobaran api di sekitar lahan kosong itu. Dua unit mobil petugas Penanggulangan Bahaya Kebakaran (PBK) Badan Pengusaha Batam diterjunkan untuk memadamkan api.
Salah seorang petugas SPBU Tanjunguncang, Lucky mengaku terkejut melihat api sudah membesar di belakang SPBU. Dia bersama petugas lainnya berusaha memadamkan apinya sambil membantu petugas PBK. Dia mengatakan, takut apinya itu meledakkan SPBU karena api terlihat sangat besar dan mengelilingi SPBU.
"Sibuk jadinya memadamkan api. Takut masuk ke dalam SPBU," kata Lucky.
Salah satu petugas Kelurahan Tanjunguncang, Yulhantoni, pun mengaku kaget mendengar ada api menjalar di belakang kantor lurah. Sewaktu keluar dia melihat kepulan asap, api sudah membakar pepohonan dan rumput sekitar. "Kaget dengar suara apinya menjalar tadi," ujarnya.
"Biasanya ada tiga mobil PBK di pos itu, tapi cuma datang satu saja. Yang lainnya entah ke mana?" sambungnya.
Sementara petugas PBK menyampaikan ada dua unit mobil PBK yang memadamkan apinya. "Ada dua unit, satu lagi dalam perjalan ke sini," kata salah satu petugas yang enggan disebutkan namanya.
(Angkasa Yudhistira)