Indonesia dikenal kaya dengan beragam suku, tradisi dan budayanya. Namun, di balik keberagaman budaya yang dimilikinya, ternyata ada beberapa suku di Indonesia yang menjadikan pembunuhan sebagai salah satu tradisi sadis yang telah diwariskan sejak dulu.
Terdapat beberapa alasan dan tujuan dari tindakan saling bunuh tersebut. Berikut ulasan mengenai tradisi paling mengerikan itu.
Carok (Madura)
Siapapun yang mendengar kata carok, pasti bikin ngeri. Tradisi ini asli dari Pulau Madura, Jawa Timur. Dilansir dari laman boombastis.com, di sana jika terjadi perselisihan, orang Madura akan celurit dan tanpa pikir panjang menyabetkan senjata itu kepada lawannya.
Apalagi jika perselisihan itu menyangkut harga diri, maka orang Madura akan cepat naik pitam. Meski dilarang lantaran bertentangan dengan aturan hukum, namun dalam beberapa kasus, masih ada orang Madura yang melakukannya.
Ngayau (Kalimantan)
Tradisi tak kalah mengerikan bisa ditemukan di Pulau Kalimantan, yakni Kayau atau Ngayau. Ngayau dapat diartikan sebagai tradisi berburu kepala oleh Suku Dayak di Kalimantan. Menurut bahasa Dayak, Kayau berarti musuh. Sehingga ngayau artinya ialah memburu kepala musuh.
Namun jangan salah, perburuan kepal manusia itu hanya dilakukan saat orang Dayak dalam keadaan terancam, seperti dalam kondisi perang. Memenggal kepala musuh menurut kepercayaan mereka dapat menghindarkan diri dari gangguan roh musuh.
Ritual Suku Naulu (Maluku)
Lain lagi tradisi mengerikan yang ada di Pulau Maluku. Di sana ada satu suku bernama Naulu. Tak berbeda dengan tradisi Ngayau oleh suku Dayak, suku Naulu juga mengenal tradisi pemenggalan kepala manusia sebagai bentuk persembahan.
Mereka berpandangan bahwa persembahan kepala manusia ialah ritual suci yang bakal membuang kesialan dan melancarkan kehidupan mereka.
Ritual persembahan kepala ini sempat dinyatakan punah, namun belakangan ternyata masih berlanjut hingga tahun 2005 silam. Saat itu, sebanyak dua jenazah tanpa kepala ditemukan di Maluku. Usut punya usut, keduanya merupakan korban persembahan untuk menjaga rumah adat suku tersebut.
Pemerintah akhirnya mengambil langkah tegas dengan melarang meneruskan tradisi tersebut. Setelah diproses hukum, para pelaku akhirnya menerima ganjaran hukuman berupa kurungan penjara seumur hidup hingga hukuman mati.
Kanibalisme (Papua)
Praktik kanibalisme ternyata masih dapat ditemukan di negeri. Ada suku tertentu yang kerap melakukan perbuatan mengerikan itu di hutan-hutan pedalaman.
Tercatat beberapa tahun lalu terdapat laporan praktik kanibalisme oleh Suku Korowai. Laporan itu menyebutkan seorang ayah tega memakan putrinya sendiri berusia tiga tahun.
Caranya sangat sadis, yakni sang gadis kecil itu dimakan dengan digigit lehernya, dan dinikmati daging dan darahnya sebagaimana orang makan tanpa berpikir rasa berdosa. Namun, ritual kanibalisme tersebut hanya dilakukan terhadap para pelanggar adat dan hukum.
(Syukri Rahmatullah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.