Menurutnya mekanisme gempa sesar geser ini, walaupun dangkal, tidak akan menimbulkan gelombang tsunami. “Ini dikarenakan tidak ada pergerakan lempeng (slip) yang vertikal yang akan menganggung volume air laut. Sesar geser pergerakannya dalam arah horizontal dan pergerakan arah horizontal tidak akan menggangu volume air,” jelas Ibnu.
Meski tak memperlihatkan adanya tsunami, TDMRC merekomendasikan, masyarakat yang menghadapi situasi serupa di masa mendatang harus tetap siaga dan mengikuti arahan resmi dari otoritas penanggulangan setempat.
Masyarakat diminta tak menyebarkan informasi bersifat spekulatif yang kesahihannya tidak dapat dipertanggungjawabkan saat gempa, karena justru bisa menimbulkan kepanikan.
“Kepada otoritas penanggulangan bencana diharapkan mendirikan pusat informasi yang aktif dapat dihubungi setiap saat, dan dapat menjadi rujukan bagi masyarakat saat-saat darurat seperti yang terjadi pada tanggal 2 Maret 2016," pungkasnya.
(Khafid Mardiyansyah)