LAMPUNG - Hujan deras yang mengguyur kawasan di Kecamatan Gunung Terang, Kabupaten Tulangbawang Barat, Lampung, Jumat malam (11/3/2016) membuat aksi warga di kawasan tersebut terhenti. Massa yang telah disekat oleh aparat keamanan yang berjumlah 700 orang personel TNI/Polri akhirnya membubarkan diri.
Sebelumnya berdasarkan informasi, warga pendatang dari sejumlah tempat di Way Kanan dan Lampung Selatan akan berdatangan ke kawasan di Kecamatan Gunung Terang, Kabupaten Tulangbawang Barat, Lampung.
Kedatangan mereka karena ingin membalas dendam kematian tiga warga pendatang yang diduga dibunuh oleh penduduk asli Lampung saat bentrok terjadi.
"Hujan deras membuat massa membubarkan diri, namun sejumlah personel Brimob dan TNI masih disiagakan di lokasi kejadian untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan," kata Kapolda Lampung Brigjen Pol Ike Edwin yang berada di lokasi.
Ratusan massa dengan senjata tajam menyisir perumahan warga yang diduga pelaku pembunuhan warga mereka. Warga terlihat kesal karena tidak berhasil menemukan tersangka. Massa ini lantas mendatangi Desa Terang Agung, Kecamatan Gunung Terang, Tulang Bawang Barat pada Jumat sore.
Kemarahan warga ini sendiri karena tiga orang warganya tewas dengan luka tembak di bagian kepala dan luka bacok di bagian punggung. Ketiga korban diketahui bernama Komang Suparte (36). warga Kampung Sangkar Buana, Kecamatan Seputih Banyak, Lampung Tengah dan Ketut Sartono (30), warga Terang Sakti, Kecamatan Gunung Terang, Tulang Bawang Barat. Korban terakhir adalah Supardi (51), warga Mekar Jaya, Kecamatan Gunung Agung, Tulang Bawang Barat.
Peristiwa ini terjadi akibat persengketaan lahan di hutan tanaman industri yang diklaim warga. Selain soal sengke lahan, kawanan preman itu juga sering memeras terhadap warga saat panen singkong. (day)
(Susi Fatimah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.