MOSKVA – Dunia dibuat terkejut oleh keputusan Presiden Rusia, Vladimir Putin pada Senin, 14 Maret 2016 yang memerintahkan pasukannya mulai ditarik dari Suriah.
Berbagai spekulasi bermunculan. Salah satunya dugaan bahwa Putin tak berkenan dengan sikap sekutunya, Presiden Suriah, Bashar al-Assad yang seolah tak mau berkompromi soal transisi politik demi mengakhiri konflik lima tahun di Suriah.
“Tidak, bukan itu,” bantah juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov ketika ditanyakan, apakah penarikan mundur pasukan Rusia tak lepas dari tekanan Rusia terhadap Assad, disitat Sputnik, Selasa (15/3/2016).
“Kami tidak melayani pertanyaan yang mengandai-andai,” lanjutnya saat merespons pertanyaan jurnalis, soal akankah Rusia bakal kembali melakukan operasi militer di Suriah.
Di sisi lain, Peskov sedikit angkat bicara soal alasan mengapa Rusia melalui perintah Putin pada Menteri Pertahanan Rusia, Sergei Shoigu, untuk mulai memulangkan pasukan Rusia dari suriah.
“Penarikan mundur kontingen (pasukan Rusia) akan menciptakan alibi yang dibutuhkan, demi perkembangan proses negosiasi yang positif terkait penetapan krisis (Suriah),” tandas Peskov.
(Muhammad Saifullah )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.