nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Diperlakukan Bak Raja, Trump Hanya Tidur Tiga Jam Sehari

Silviana Dharma, Jurnalis · Rabu 16 Maret 2016 21:02 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2016 03 16 18 1337835 diperlakukan-bak-raja-trump-hanya-tidur-tiga-jam-sehari-CgybIHWYjq.jpg Keluarga kecil Donald Trump di kediamannya. (Foto: People)

PALM BEACH – Kepala pelayan Donald Trump, Anthony Senecal (74) menguak beberapa sisi menarik dan kontradiksi yang ditampilkan dalam kehidupan sehari-hari majikannya.

Bagaimana Trump diperlakukan bak raja di kediaman pribadinya yang megah bagai istana di perumahan Mar-a-Lago, Palm Beach, Florida, hingga hal-hal yang dia suka dan tidak suka.

Senecal telah mengabdi sebagai pengurus rumah besar yang berisi 118 kamar itu selama 60 tahun lebih dan bekerja untuk Trump sekira 30 tahun belakangan. Selama itu melayani si Miliarder, Senecal tahu benar kebiasaan-kebiasaan unik tuannya.

“Setiap pagi kami bertemu di pintu masuk dan saya akan menyerahkan ‘segepok’ surat kabar, termasuk di antaranya The New York Times, The Daily News, The New York Post dan Harian Palm Beach. Selesai membaca berita, dia akan menghabiskan waktu kurang lebih sejam untuk berpakaian,” ungkapnya kepada New York Times, Rabu (16/3/2016).

Gaya berpakaian favorit Trump adalah khakis, kaus bermain golf berwarna putih lengkap dengan topi baseball-nya. Pelayan setia itu hafal betul, jika sang majikan memakai topi baseball putih maka suasana hatinya sedang baik.

“Akan tetapi, kalau dia memakai warna merah, sebaiknya orang-orang menyingkir darinya,” kata pelayan yang rambutnya sudah memutih itu.

Menurutnya, Trump memang sangat membanggakan kemampuan bermain golf-nya. Senecal berujar, tuannya itu sering kali menanyakan hal yang sama berulang-ulang, seperti, “Apakah pukulan saya jauh? Saya kuat, kan?”

“Biasanya dia akan tanya ke saya, sejauh apa pukulannya. Saya sering menjawab 275 yard, padahal lemparannya hanya 225 yard,” ujarnya.

Pernah suatu kali, ia mendapat kabar darurat bahwa tuannya pulang ke rumah dengan suasana yang masam. Senecal pun berpikir cepat, ia memanggil sekelompok peniup alat music slompret untuk memainkan lagu ‘Hail to the Chief’, tepat ketika tuannya melangkah turun dari limosinnya. Suasana hati Trump pun berubah cerah.

“Itu terjadi setahun lalu. Cara itu berhasil, jadi setelahnya kami sering menyambut dia dengan pawai kecil-kecilan,” tuturnya.

Meski hidup bak raja di istana, ternyata bakal calon presiden Amerika Serikat dari Partai Republik itu memiliki jam tidur yang terbilang minim.

“Sehari beliau hanya tidur tiga sampai empat jam. Sudah setahun ini dia begitu,” cetus pria yang selalu tampil necis dengan tongkat dan jas hitam itu.

Senecal sebenarnya sudah pensiun sejak 2009, namun Trump merasa posisinya tidak tergantikan, sehingga ia terus dipekerjakan sebagai kepala pelayan di rumah bergaya Mediterani, yang sudah berusia 90 tahun tersebut.

Meskipun di hadapan media massa ia sering mengatakan sesuatu yang merendahkan kaum lain. Akan tetapi, Trump menerima para pekerja lokal yang mau bekerja di rumahnya.

“Di sini ada banyak orang Roma, Afrika Selatan dan ada satu yang dari Irlandia. Tuan Trump selalu memuji kinerja mereka sebagai profesional,” paparnya.

Pelayan tua itu mengaku sangat mengasihi anak-anak Donald Trump. Sementara Ivana, istri pertama Trump dipandangnya sebagai sosok yang terlalu banyak menuntut. Setiap kali menginap di rumah itu, ia suka sekali memerintah para pelayan untuk mengerjakan ini dan itu. Kalau hasilnya kurang memuaskan, ia akan mengerjakannya sendiri.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini