Image

Alasan Massa Tolak Reklamasi Teluk Benoa di Jakarta

Lina Fitria, Jurnalis · Minggu, 20 Maret 2016 - 10:12 WIB
Massa menggelar aksi menolak Reklamasi Teluk Benoa di Jakarta (Lina Fitria/Okezone) Massa menggelar aksi menolak Reklamasi Teluk Benoa di Jakarta (Lina Fitria/Okezone)

JAKARTA – Sejumlah massa Solidaritas Jakarta for Bali menolak rencana reklamasi perairan Teluk Benoa, Bali. Mereka melakukannya di sekitaran Bunderan Hotel Indonesia, pada Minggu (20/3/2016).

Tujuan aksi saat ini untuk menekan peran Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang sepatutnya merawat kekayaan alam Indonesia bukan melepas ke investor.

Dalam aksi itu, massa juga membacakan puisi, pantomim dan berorasi sambil bernyanyi dengan lirik-lirik menolak reklamasi Teluk Benoa. Mereka juga menyatakan alasan menolak reklmasi.

"Kami menolak, karena kami memiliki 13 alasan agar reklamasi Teluk Benoa tidak dibangun oleh pihak Kementerian LHK dan Kementerian Kelautan dan Perikanan," Kata salah seorang penolak reklamasi, Made Bawayasa, di Bunderan Hotel Indonesia, Minggu (20/3/2016).

Ia menjelaskan bahwa reklamasi akan merusak fungsi dan nilai konservasi serta perairan Teluk Benoa.

Kedua, kata Bawayasa, reklamasi akan menyebabkan berkurangnya fungsi Teluk Benoa. Selain itu, dengan membuat pulau baru bisa menyebabkan Bali rentan terhadap bencana.

"Terumbu karang akan rusak dan air sungai akan menggenangi dan membanjiri daerah sekitar," tambahnya.

Reklamasi Teluk Benoa juga mengancam ekosistem bakau dan mengancam abrasi pantai. Sistem itu nantinya akan membuat teluk kehilangan fungsi sebagai sistem penyangga.

Bawayasa memaparkan, reklamasi hanya ramah pada investor. Pemerintah, kata Bawayasa, juga mendukung investor untuk mendapatkan tanah dengan harga yang murah di kawasan pariwisata tersebut. Peraturan pemerintah juga hanya berpihak dan menguntungkan kepentingan para investor. "Para investor pada kesenangan tapi nantinya akan merugikan negara," serunya.

Ia menegaskan bahwa pariwisata Bali tergantung kepada alam yang membentuk budaya dan spritualnya. Mengubah status Teluk Benoa dari kawasan konservasi menjadi kawasan yang dapat direklamasi sangat bertentangan dengan komitmen inisiatif Segitiga Terumbu Karang

"Jelas ini sangat bertentangan dengan komitmen inisiatif Segitiga Terumbu Karang. Kebijakan ini sekaligus merugikan hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat bagi masyarakat," tandasnya.

(fzy)

  • TAG :

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming