Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

TOP NEWS: Pendeta Besar di Jawa Tengah Kini Telah Berpulang

Awaludin , Jurnalis-Minggu, 20 Maret 2016 |18:04 WIB
TOP NEWS: Pendeta Besar di Jawa Tengah Kini Telah Berpulang
Prosesi pemakaman Pendeta Petrus Agung Purnomo (foto: Dok Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Pendeta besar di Jawa Tengah, Petrus Agung Purnomo meninggal dunia di Semarang pada hari Minggu, 13 Maret 2016 sekira pukul 23.00 WIB. Petrus Agung meninggal diduga akibat serangan jantung. Ia sempat dua hari disemayamkan di Gereja Holly Stadium.

Petrus Agung Purnomo merupakan tokoh besar bagi Jemaat Kristen Indonesia (JKI) Injil Kerajaan. Kematiannya terasa begitu mengejutkan jemaat hingga mereka tidak percaya bahwa Pendeta itu sudah meninggal dunia.

Keluarga Petrus Agung Purnomo bersikukuh terus menggelar doa kebangkitan di Gereja Holy Stadium Semarang bersama ribuan jemaat. Mereka percaya pendeta yang dikenal penuh kasih itu hanya koma dan akan bangkit. Ribuan jemaaat terus berdoa kebangkitan hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Sebelumnya, Petrus Agung Purnomo sempat diyakini koma pada Senin 14 Maret malam, akhirnya pihak keluarga, otoritas Gereja JKI Injil Kerajaan Holly Stadium, dan jemaat berserah atas mangkatnya Petrus Agung Purnomo.

Sejumlah pejabat di Jawa Tengah pun turut berduka atas kepergian Petrus Agung Purnomo, seperti Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Ia pun mengenang almarhum sebagai pribadi yang gigih berjuang hingga akhir hayat.

"Waktu masih muda aktif merintis gereja. Perjuangannya sangat panjang dan perjalanan tanpa kenal lelah, sampai detik terakhir. Istri dan anaknya sudah menerima kepergiannya. Saya melihat duka mendalam. Prosesnya tidak gampang untuk keluarga," kata Ganjar di Gereja JKI Injil Kerajaan Holly Stadium, Semarang, Jawa Tengah.

Ganjar pun mengaku sudah mengenal lama Petrus Agung Purnomo jauh sebelum ia menjadi gubernur. "Saya kenal sudah lama. Bukan saat kampanye, melainkan saat aktif dalam bidang sosial, pendidikan, dan kebencanaan," tutup Ganjar.

Selain itu, semasa hidupnya Petrus Agung Purnomo mempunyai impian yang belum terwujud, hal itu disampaikan oleh sahabat dekat almarhum, Prasetyo Ari Wibowo. Ia mengatakan bahwa Petrus Agung Purnomo mempunyai mimpi yang belum terwujud, yakni mendirikan rumah sakit untuk orang miskin.

Menurutnya, Petrus Agung Purnomo merasa kasihan banyak orang miskin yang sedang sakit tapi ditolak rumah sakit.

"Mimpi beliau adalah membuat rumah sakit untuk orang miskin. Jadi tidak boleh ada yang menolak orang miskin," ujar Prasetyo.

Ia meyakini jemaat Pendeta Petrus Agung Purnomo di JKI Injil Kerajaan Holly Stadium bakal meneruskan mimpi panutannya yang belum terwujud. Saat ini mimpi itu baru terlaksana pada pengadaan tempat.

"Sudah ada tempat, dekat sini (Gereja Holly Stadium). Bangunannya sudah ada 10 persen," tuturnya.

Sementara itu, Putra Pendeta Petrus Agung Purnomo, Samuel Elisa Purnama, berjanji bakal meneruskan perjuangan mendiang ayahnya di Gereja JKI Injil Kerajaan, Holy Stadium.

"Saya berjanji terus mendukung visi dan misi gereja sampai tuntas. Terimakasih, Pi. I love You," kata Samuel. Samuel pun mengaku sudah menerima ayahnya berpulang.

Pendeta Petrus Agung Purnomo dimakamkan di Heaven Hill, Semarang. Ia diketahui mempunyai istri bernama Tina Astari Soenaryo. Pernikahan mereka dikaruniai tiga orang anak, Kezia Samantha Purnama, Samuel Elisa Purnama, dan Hadassah Gloria Purnama.

Prosesi pemakaman Pendeta Petrus Agung Purnomo berlangsung khidmat tapi semarak. Pendeta Indriati Tjipto Purnomo yang memimpin upacara pemakaman menyatakan Petrus Agung Purnomo merupakan putra terbaik dari Gereja JKI Injil Kerajaan.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement