Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Tiga Wilayah Perbatasan RI-Malaysia Bermasalah

Antara , Jurnalis-Rabu, 30 Maret 2016 |13:08 WIB
Tiga Wilayah Perbatasan RI-Malaysia Bermasalah
ilustrasi (foto: jokowinomic)
A
A
A

NUNUKAN - Komandan Batalion Infanteri 521/Dadaha Yudha Letkol Inf Slamet Winarto menyatakan tiga wilayah perbatasan RI dengan Malaysia masih bermasalah dan belum terselesaikan hingga saat ini.

Ketiga wilayah tersebut yaitu tapal batas RI-Malaysia yang berada di Pulau Sebatik, Desa Kinokod, dan Sumatipal di Kecamatan Lumbis Ogong, kata dia, di Pelabuhan Pangkalan TNI AL Kabupaten Nunukan, Rabu, (30/3/2016).

Sebelum bertolak ke Kota Balikpapan, Kaltim menggunakan kapal perang KRI Teluk Parigi untuk mengikuti upacara pelepasan sebagai Satgas Pamtas di Kodam VUI Mulawarman, dia menegaskan, pihaknya hanya mengikuti petunjuk sesuai kondisi di wilayah tapal batas itu.

Menurutnya, pihaknya tidak berwenang melakukan tindakan di luar jangkauan karena masalah tapal menjadi kewenangan pemerintah pusat.

"Kami dari prajurit Yonif 521/Dadaha Yudha hanya diberikan tanggung jawab menjaga wilayah perbatasan RI-Malaysia di Kabupaten Nunukan tanpa melakukan tindakan di luar kewenangan yang telah diinstruksikan pimpinan," ujar Letkol Slamet yang telah mengakhiri masa tugasnya sebagai Satgas Pamtas di daerah itu.

Pada wilayah perbatasan RI dengan Malaysia di Pulau Sebatik ditemukan sejumlah patok perbatasan yang memasuki wilayah Indonesia diperkirakan mencapai 84 hektare, sedangkan patok perbatasan di Desa Kionokod dan Sumantipal di Kecamatan Lumbis Ogong sejumlah patok ditemukan berada di wilayah Malaysia.

Berkaitan kondisi patok perbatasan yang mengalami kerusakan seperti miring, patah dan berpindah tempat disebabkan kondisi alam maupun diperkirakan ulah manusia, telah dilakukan perbaikan sesuai dengan koordinat yang sebenarnya.

(Amril Amarullah (Okezone))

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement