nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jalur Pendakian Kuno Gunung Penanggungan Ditemukan

Zen Arivin, Jurnalis · Kamis 31 Maret 2016 11:33 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2016 03 31 519 1350085 jalur-pendakian-kuno-gunung-penanggungan-ditemukan-bKMKyR9KTq.jpg Jalur pendakian kuno di Gunung Penanggungan (Dok. Eskpedisi Ubaya)

MOJOKERTO - Jalur pendakian kuno di Gunung Penanggungan, berhasil ditemukan. Jalur berbentuk zig-zag itu, ‎ditengara merupakan jalur lama yang digunakan sebagai akses masyarakat kuno untuk melintasi Gunung Penanggungan.

Hal itu diketahui saat tim ekspedisi memberikan paparan dihadapan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan di Kampus 3 Ubaya Training Center (UTC), Desa Tamiajeng, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, kemarin.

"Dari rekaman kamera drone yang diambil 4 November 2015, tampak dua jalur pendakian kuno, berupa jalan makadam yang dibuat dari tumpukan batu. Jalan tersebut berbentuk melingkar dan zig zag," ujar Kusworo Rahadyan Ketua Tim Ekspedisi Ubaya.

Tidak hanya mengambil dari kamera drone, tim ekspedisi juga melakukan penyusuran jalur ini. Hal itu dilakukan untuk membuktikan kebenaran jalur itu.

"Sebenarnya sudah lama kami menduga ada jalur-jalur kuno itu. Namun baru kali ini terlihat jelas, setelah lahan terbuka karena terbakar beberapa waktu lalu," tambahnya.

Kusworo mengatakan, jalur pendakian kuno itu berbeda dari jalur pendakian yang selama ini digunakan para pendaki. Jalur yang digunakan pendaki cenderung lurus menanjak dan tidak melingkar maupun zig zag.

"Bahkan, jalur yang selama ini digunakan pendaki itu memotong jalur pendakian kuno," paparnya.

Sementara itu, Kepala BPCB Trowulan Andi Muhammad Said mengapresiasi temuan Tim Ekspedisi Ubaya tersebut. Pihaknya juga akan menindaklanjuti temua itu.

"Ini bentuk peran aktif masyarakat. Memang seharusnya begitu, dikoordinasikan dengan kami nanti, kami tindak lanjuti langkah pelestariannya," paparnya.

Said mengatakan, temuan berupa jalur pendakian kuno itu merupakan bagian dari kearifan lokal orang zaman dulu.

"Kalau kita lihat, jalur itu sepertinya menunjukan cara mereka mensiasati agar tidak capek dalam menghadapi medan berat. supaya tidak capek. Itu yang seharusnya yang kita pakai sekarang, tidak menerobos membuat jalan baru," ujar arkeolog yang juga pernah meneliti situs-situs di Penanggungan ini.

Tim Ekspedisi Ubaya yang melakukan ekspedisi sejak 2012 dan hingga awal 2016 sudah menemukan 134 situs baru yang sebelumnya terpendam, di antaranya goa, candi, prasasti, arca, dan yang terbaru adalah jalur pendakian kuno.

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini