Saat mendapat kabar penangkapan oknum PNS tersebut, Syaharie Jaang mengaku langsung mengirimkan pesan berantai melalui SMS, BBM (Blackberry Messenger), dan Whatsapp kepada seluruh kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk lebih intensif mengawasi jajarannya.
"Ini peringatan bagi PNS Pemkot Samarinda lainnya. Kalau memang masih ada yang suka mengonsumsi narkoba, lebih baik ajukan permohonan kepada saya untuk direhabilitasi daripada terjerumus terlalu jauh dan ditangkap polisi," ujarnya.
Terkait tes urine, Wali Kota menegaskan sangat mendukung langkah tersebut. Namun, untuk melakukan tes urine bagi lebih kurang 10.000 PNS di Pemkot Samarinda membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
"Kendalanya memang keterbatasan anggaran. Tapi, pencegahan awal sebenarnya bisa dilakukan pimpinan SKPD dengan mengamati perilaku jajarannya. Ini karena biasanya orang yang terjerat narkoba itu memiliki perubahan-perubahan perilaku dari biasanya," katanya.
(Erha Aprili Ramadhoni)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.