Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Breaking News: Gara-Gara Panama Papers, PM Islandia Mundur dari Jabatannya

Silviana Dharma , Jurnalis-Rabu, 06 April 2016 |00:32 WIB
<i>Breaking News</i>: Gara-Gara Panama Papers, PM Islandia Mundur dari Jabatannya
Perdana Menteri Islandia mengundurkan diri gara-gara Panama Papers. (Foto: EPA)
A
A
A

REYKJAVIK – Gara-gara tersangkut kasus Panama Papers, Perdana Menteri Islandia Sigmundur Gunnlaugsson memutuskan untuk mundur dari jabatannya. Hal ini disusul kedatangan puluhan ribu warga yang memadati kantornya di Reykjavik pada Selasa 5 April 2016, menuntunya untuk turun.

“Ya, PM Gunnlaugson berjanji akan melepaskan jabatannya,” kata Menteri Agrikultur Sigurdur Ingi Johannsson, seperti disitat dari Washington Post, Rabu (6/4/2016).

Setelah pernyataan resmi tentang kabar pengunduran diri ini, parlemen Islandia belum mengabulkannya. Sebab pada Selasa memang belum ada jadwal pertemuan. Menanggapi kasus yang menimpa kepala pemerintahannya, Presiden Olafur Ragnar Grimson menyatakan masih akan berbicara lebih lanjut dengan para pemimpin politik dan pihak lainnya sebelum membuat keputusan.

“Kami masih mempertimbangkan pengunduran dirinya. Saya akan rundingkan masalah ini dengan para politisi lain guna memutuskan untuk menerima atau menolak surat pengunduran dirinya,” ujar Grimson.

Berdasarkan hasil investigasi 400 jurnalis dari 80 negara atas data yang direkap dalam Panama Papers, Gunnlaugsson dan istrinya disebut memiliki perusahaan offshore yang terhindar dari pajak yang seharusnya masuk ke kantong Islandia.

Ketika kabar itu pertama kalinya terkuak ke publik, ia membantah istrinya memiliki perusahaan fiktif di luar negeri dan melalukan pelanggaran fiskal apapun.

Mendengar dirinya kemungkinan terjerat kasus penggelapan pajak dan upaya pencucian uang, massa segera menggerumuti Ibu Kota dan meminta sang PM diturunkan dari jabatannya.

Massa yang marah melempari gedung pemerintah dengan yoghurt dan telur, menabuh genderang dan menggebuk-gebukkan panci serta wajan. Desakan menjelang pemilu ini, akhirnya membuat Gunnlaaugsson patah arang, mengakui kesalahannya dan mundur. Meninggalkan nasibnya kini berada di tangan parlemen.

(Silviana Dharma)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement