Namun, Yuyu meminta agar pemangku kebijakan mengingat kembali alasan penggunaan Halim Perdanakusuma sebagai bandara komersial. Kala itu, Bandara Soetta dianggap telah melebihi kapasitas sehingga diperlukan bandara baru untuk menampung pemberangkatan dan pendaratan pesawat komersial.
"Namun demikian, ingat bahwa dulu, dipindahkan ke sini itu untuk mengurangi beban di Soetta. Nah, sehingga dengan dipindah ke sini, Soetta jangan ditambah lagi. Itu tidak menyelesaikan masalah kan demikian," paparnya.
Yuyu berharap, ke depannya rasio penerbangan di Bandara Soetta tidak ditambah. Pasalnya, hal tersebut bisa berdampak pada faktor keselamatan penumpang.
"Waktu itu kita mengutamakan safety karena dengan bertambahnya di sana (Soetta), safety-nya kurang terjamin. Kita tentunya tidak menginginkan terjadi pengesampingan keamanan sehingga kita menerima. Harapan saya tidak menambah lagi di sana, kemudian di sini (Halim) ditambah terus," tuturnya.
(Erha Aprili Ramadhoni)