"Disana mereka akan digaji setara dengan Rp10 juta dan seluruh kebutuhan selama di Jepang akan ditanggung oleh pemerintah tersebut," jelasnya.
Soekardo juga mengakui, animo masyarakat Jawa Timur untuk bekerja di Jepang sangat tinggi. Sayangya tidak diimbangi dengan ketahan fisik serta kecakapan keahlian dan mahir berbahasa Jepang. Buktinya, dari 3.800 orang pelamar untuk bekerja di pembangunan Infrastruktur stadion olimpiade hanya 80 yang diterima. Sisanya, 3.720 orang ditolak.
"Rata-rata alasannya ditolak karena kendala bahasa," pungkas mantan Sekretaris DPRD Jawa Timur ini.
Ia juga menyebut beberapa syarat agar bisa lolos bekerja di Jepang adalah calon pekerja harus disiplin, mahir, terlatih dalam bekerja dan mampu menguasai bahasa Jepang.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.