"Yang muda bawahan ini semangat ini kerja. Tahu enggak yang mau tes jadi lurah dan camat berapa orang? 700-an orang. Ini menarik ini. Makanya kalau lurah dan camat enggak mau lari kencang ya harus kita ganti," ungkap dia.
Namun Ahok menyangsikan, ancaman tersebut akan menyebabkan gelombang pengunduran diri para pejabat DKI. Sebab hal ini pernah terjadi pada 2013 saat Kepala Dinas Perumahan saat itu Novizal mengancam mundur jika Gubernur Joko Widodo memecat Kepala UPT Rusun Marunda Kusnindar.
"Percaya sama saya, saya tungguin kok. Berapa sih yang mau berhenti? Bayangin 72.000 pegawai, ada 50-an eselon 1, sepanjang saya jadi Wagub, hanya satu yang berganti. Itu pun Novizal, Itu pun gertak kami sebetulnya," jelas Ahok.
Ahok mengaku, saat itu Novizal mengatakan pengunduran dirinya akan diikuti oleh banyak pejabat lainnya. Nyatanya, usai Jokowi mengabulkan pengunduran diri Novizal, tidak ada pejabat lain yang ikut melepas jabatan.
"Pas suruh berhenti kaget dia, dia pikir kita enggak berani. Tahu-tahu dia berhenti satu. Habis itu tidak ada lagi tuh yang ngajuin berhenti," tutup dia.
(Khafid Mardiyansyah)