Ziarahi Makam Marsinah, Buruh Mengeluh Banyak Serikat Main Mata

Solichan Arif, Koran SI · Minggu 01 Mei 2016 18:25 WIB
https: img.okezone.com content 2016 05 01 519 1377534 ziarahi-makam-marsinah-buruh-mengeluh-banyak-serikat-main-mata-vtWsAyv1vf.jpg Buruh di makam Marsinah (Solichan/Sindo)

NGANJUK - Para buruh dari berbagai daerah di Jawa Timur ramai menziarahi kuburan Marsinah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk saat Hari Buruh International. Semuanya berdoa, namun tak sedikit yang mengeluhkan banyaknya serikat pekerja yang bermain mata dengan pengusaha.

“Banyak serikat kerja yang hanya kepanjangan tangan pengusaha,” keluh Sekretaris Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Jawa Timur, Supriyanto kepada wartawan Minggu (1/5/2016).

Marsinah adalah pahlawan kaum buruh. Usai memimpin unjuk rasa di PT Catur Putera Surya Porong Sidoarjo, pabrik jam tempatnya bekerja, Marsinah ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan. Peristiwa keji yang melibatkan institusi militer era orde baru itu terjadi pada 4 Mei 1993.

Sebagian besar buruh yang berziarah berasal dari Pandaan Kabupaten Pasuruan yang merupakan kawasan industri. Mereka datang dari berbagai serikat organisasi perburuhan. Sebelum berdoa secara bergantian, sejumlah buruh juga membersihkan makam yang banyak tumbuh belukar rumput liar.

“Kita semua disini meneladani keberanian perjuangan Marsinah membela hak buruh,” ujar Supriyanto.

Tidak sedikit buruh yang meneteskan air mata. Sambil menabur bunga ada yang sampai mencium nisan dan foto Marsinah. Foto semasa hidup itu tergantung di atas pusara.

Supriyanto merupakan rekan kerja Marsinah di PT CPS. Menurut dia semakin sulit menemukan figur pejuang buruh serupa Marsinah. Yang banyak adalah aktivis serikat buruh yang melakukan standar ganda. Seolah memperjuangan hak kaumnya, namun sebenarnya hanya mengegolkan kepentingan pengusaha. Kondisi ini diperparah sikap intimidatif perusahaan yang mudah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK). “Dan parahnya PHK dijatuhkan tanpa peringatan dulu,” paparnya.

Bila situasi tidak menguntungkan ini terus terjadi, kata Supriyanto, ke depan akan membahayakan nasib buruh. Hal itu mengingat akan banyak bercokol pabrik dan industri baru di Propinsi Jawa Timur termasuk Kabupaten Nganjuk. Suburnya industri baru itu tidak lepas dari realita upah buruh murah dan regulasi yang memihak pemilik modal.

“Hal ini yang memicu SPSI akan membangun serikat pekerja sebanyak-banyaknya di seluruh daerah. Tujuanya untuk melindungi hak buruh,” pungkasnya.

Sementara aparat kepolisian Resor Nganjuk menyiagakan personil di sepanjang perbatasan Nganjuk-Jombang hingga desa menuju makam Marsinah. Kapolres Nganjuk Ajun Komisaris Besar Muhamad Darwis yang langsung memberi instruksi.

Tidak hanya jalan menuju makam Marsinah. Polisi juga berjaga di seluruh pabrik, termasuk pabrik tekstil dan percetakan di ruas jalan Madiun–Surabaya di kawasan Sukomoro dan SPBU. Sebab para buruh datang dengan iring iringan sepeda motor, bus, truk dan beberapa mobil pribadi.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini