JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan segera menggusur Kawasan Luar Batang, Penjaringan, Jakarta Utara. Sekertaris Masjid Jami Kramat Luar Batang, Daeng Mansur Amin menilai, penggusuran itu sebuah bentuk penjajahan.
"Kami sebagai rakyat pemilik negeri ini merasa hak hidup kami terusik oleh kaum kapitalis. Inilah sebuah bentuk penjajahan di atas bumi Ibu Pertiwi, khususnya bagi penduduk Luar Batang dan nelayan," katanya kepada wartawan, Senin (2/5/2016).
Ia menganggap pemerintah pusat telah terlambat mangambil keputusan atas reklamasi di Teluk Jakarta. Mansur pun merasa Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengabaikan nasib mereka sebagai rakyatnya.
"Kalau merasa menjadi pemimpin selayaknya memikirkan nasib kehidupan rakyat seperti apa yang dicita-citakan oleh pendahulu kita pada proklamasi 17 Agustus 1945 yaitu mensejahterakan rakyat secara adil dan merata berdasarkan Pancasila dan UUD 1945," lanjutnya.
(Baca juga: Pembangunan Rusun di Luar Batang Sudah Direncanakan Sejak 2014)
Warga Luar Batang menolak adanya penggusuran. Mereka berencana besok akan berunjuk rasa di depan Masjid Luar Batang kemudian menuju Balai Kota, Jakarta dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), untuk menolak penggusuran.
"Ingat sejengkal pun kami tidak akan mundur dan kami siap jihad fisabilillah untuk mempertahankan hak konstituai kami," tandasnya.
(Salman Mardira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.