Sikap Ahok tentu sangat tidak adil. Ahok sangat keras saat melakukan penggusuran, sedangkan ia tidak keras saat melihat upah buruh di bawah UMP.
"Saya tantang pergilah Ahok ke Pulo Gadung. Saya tunjukkan enam perusahaan yang 100 persen investornya Tiongkok. Nah, penggusuran kan keras tuh, di Pulo Gadung kok enggak keras ada orang Indonesia di bayar dibawah UMP? Sementara orang Tiongkok dibayar di atas UMP? Kok enggak keras?" tegasnya.
Mendengar kritikan tajam dari Said, Haykal hanya menyebut bahwa itu kebijakan nasional dan Ahok tidak bisa mengubah kebijakan tersebut. Namun, pernyataan pendukung Ahok itu kembali dibantah Said.
"Enggak dong itu Gubernur Ahok, kalau upah minimum tuh Gubernur Ahok, bukan nasional. Pabrik yang ada di Pulo Gadung itu di bawah kebijakan Ahok. Gubernurnya yang punya kekuasaan, bukan presiden Bang Haykal, bukan kebijakan nasional," sindir Said.
(Erha Aprili Ramadhoni)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.