“Saya optimistis bahwa kami bisa bekerja sama dengan baik dengan Presiden Jokowi (Joko Widodo),” tambahnya, diwartakan Davao Today, Selasa (10/5/2016).
Persoalan-persoalan di kawasan yang dimaksud Duterte, tentu turut menyinggung maraknya kasus penculikan di Laut Sulu. Merespons hal ini, beberapa waktu lalu muncul kesepakatan antara Indonesia dan Filipina serta Malaysia, untuk melakukan patroli maritim gabungan.
Di samping itu, Duterte ingin memastikan pada Indonesia, bahwa pemerintahannya akan berusaha sebaik mungkin untuk membebaskan sisa empat warga negara Indonesia (WNI) yang masih disandera kelompok teroris Abu Sayyaf, pasca-pembebasan 10 WNI belum lama ini.
“Tidak hanya sandera warga Indonesia, tapi juga mereka (para sandera) yang berasal dari negara-negara lain,” tutup Duterte.
(Rifa Nadia Nurfuadah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.