SOCHI – Pasca-menggelar gala resepsi penyambutan para kepala negara Asia Tenggara dalam rangka pembukaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Rusia-ASEAN, Presiden Rusia, Vladimir Putin menerima pertemuan dengan beberapa pemimpin ASEAN. Salah satunya Perdana Menteri (PM) Laos, Thongloun Sisoulith.
Pertemuan ini begitu hangat seolah pertemuan reuni, lantaran Putin dan PM Laos itu ternyata merupakan kawan satu almamater, kala Putin mengenyam pendidikan tinggi di Universitas Negeri Leningrad (kini Universitas Negeri St. Petersburg).
“Kami berdua mendapatkan pendidikan di waktu yang sama dan di kota yang sama di kampung halaman saya, Leningrad. Lebih sering, kami saling bertemu di jalan-jalan (kota Leningrad),” ungkap Putin, diwartakan TASS, Jumat (20/5/2016).
Pertemuan Putin dan Sisoulith kali ini juga bersamaan dengan peringatan ke-55 hubungan diplomatik kedua negara dan Putin berharap, ke depannya Rusia dan Laos bisa kian mendekatkan hubungan kedua negara, baik antar pemerintah maupun antar masyarakatnya.
“Saya sangat berharap bahwa di bawah petunjuk Anda, kita akan menghormati momen-momen masa lalu, tapi yang pasti kita akan menatap masa depan dalam relasi kita (Rusia-Laos),” tambahnya.
PM Laos pun turut mengucapkan rasa terima kasihnya pada Putin, soal upaya-upaya Presiden Rusia itu untuk kembali mewujudkan KTT Rusia-ASEAN yang ketiga kalinya.
“Besok adalah sebulan sejak saya ditunjuk sebagai PM. Kami bertemu dengan Anda untuk menandai hari tersebut. Saya ingin berterima kasih pada Anda, atas usaha-usaha Anda agar KTT ini bisa diselenggarakan di Sochi,” timpal PM Laos.
“Sebagai ketua ASEAN pada 2016 ini dan sebagai koordinator dialog kemitraan Rusia-ASEAN, kita harus menggunakan semua upaya untuk mengembangkan relasi antara Rusia dan ASEAN),” tuntasnya.
(Randy Wirayudha)