Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Dipaksa Makan Kotoran Sendiri, Bocah Lima Tahun Trauma

Bramantyo , Jurnalis-Kamis, 26 Mei 2016 |14:15 WIB
Dipaksa Makan Kotoran Sendiri, Bocah Lima Tahun Trauma
Ilustrasi. (dok.Okezone)
A
A
A

KLATEN - FI, bocah berusia lima tahun, anak dari Wulandari, Triastuti, warga Kwaren, Ngawen, Klaten, Jawa Tengah, yang diduga menjadi korban penganiyaan sekaligus dipaksa makan kotoran sendiri oleh kekasih ibunya, trauma dan takut bertemu orang tak dikenal.

FI juga enggan sekolah dan lebih memilih tinggal di rumah. Wulandari mengatakan putramya itu juga takut bila dia nantinya bertemu lagi dengan terduga pelaku yang bernama Pranoto (35).

"FI tidak mau sekolah, dia takut untuk keluar rumah. Takut bertemu dengan orang yang belum dikenalnya. Apalagi, dia (Pranoto) belum ditahan meski kami sudah melaporkannya," ujar Wulandari di Klaten, Jawa Tengah, Kamis (26/5/2016).

Wulandari sendiri sudah bertanya kepada polisi, kenapa pelaku yang bekerja di salah satu kantor pengacara di Klaten belum diproses-proses. Saat itu, pihak Kepolisian berkilah karena petugas masih berkonsentrasi mengurus kasus pemerkosaan.

"Waktu kami tanyakan katanya masih berkonsentrasi mengurus kasus perkosaan anak di Jatinom. Jadi belum diproses-proses pelaporan kami," terangnya.

Harapan serupa agar pelaku segera ditangkap untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya juga disuarakan oleh nenek korban, Atni Widati. Setelah melihat kondisi cucunya pertama kali, Atni mengaku sangat terpukul.

Apalagi pelaku diduga memaksa korban meminum air seni dan memakan kotoran korban. Atas dasar itulah dirinya berinisiatip melaporkannya kepada polisi. [Baca Juga: Bocah Lima Tahun Dianiaya Pacar Ibunya dan Dipaksa Makan Kotoran]

(Abu Sahma Pane)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement