JAKARTA - Mantan Menteri Kehakiman, Muladi mengatakan, kasus dugaan suap yang menyeret sejumlah nama di Mahkamah Agung (MA) serta pengadilan lainnya memperlihatkan kebobrokan yang sangat memprihatinkan.
"Anda lihat kasus di MA (dugaan suap), kebobrokannya itu sangat memprihatinkan," kata Muladi di sela acara peluncuran bukunya di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas), Jalan Kebon Siri, Jakarta Pusat, Sabtu (28/5/2016).
Menurut politikus senior Partai Golkar itu, bobroknya dunia peradilan tak terpisahkan dari permasalahan kualitas sumber daya manusia (SDM) di dalamnya. Permasalahan para aparat hukum ini, sambung Muladi, terbagi menjadi dua yakni intelektual dan mentalitas.
(Baca juga: Usut Suap Pejabat MA, KPK Bongkar Mafia Peradilan)
"Persoalan hukum di Indonesia itu persoalan SDM. Intelektualnya tidak bisa dipertanggungjawabkan, terdapat penyimpangan. Akibatnya, kejahatan yang besar seperti, korupsi, narkoba, terorisme, kejahatan seksual," ujar mantan hakim agung itu.
Menteri Kehakiman era Presiden Soeharto itu mengungkapkan, perlu upaya perbaikan hukum dan diperlukan kepemimpinan yang kuat. Selain peningkatan SDM, penguatan sistem juga dibutuhkan.
"Tentu itu harus diperlukan kepemimpinan yang kuat. Setidaknya peningkatan SDM, penguatan sistem, tapi harus ada kesatuan komando yang terpadu," tukas Muladi.
(Salman Mardira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.