(Baca: Soal Rekonsiliasi PKI, Menhan: Orangnya Sudah Mati)
Sebab itu, mantan KSAD itu menyebut, proses seseorang menjadi komunis, dilatarbelakangi oleh kesenjangan sosial. Terlebih untuk konteks Indonesia, nuansa kekerabatan secara perlahan juga mulai dihapus secra sistematis.
"Proses menjadi komunis karena kesenjangan sosial. Kekerabatan mulai dipupus. Mulai sekarang, mari kita stop main hakim sendiri. Patuhi hukum, berhenti silat lidah. Mulailah bermusyawarah. Saya sebagai panglima TNI, tidak bisa menjaga amanat UU jika hanya sendiri. Ancaman kita makin nyata, harus punya keberanian dan kebanggaan nasional. Memastikan bahwa ideologi kita bekerja dalam semua sisi kehidupan," tandasnya.
(Rachmat Fahzry)