Share

Warisan Michelle Obama sebagai Ibu Negara AS

Wikanto Arungbudoyo, Okezone · Rabu 08 Juni 2016 04:01 WIB
https: img.okezone.com content 2016 06 07 18 1408935 warisan-michelle-obama-sebagai-ibu-negara-as-6T8NoAJaod.jpg Ibu Negara AS, Michelle Obama, saat diberi gelar doktor kehormatan (Foto: Mike Segar/Reuters)

MASA jabatan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama sudah mendekati akhir. Namun, pria kelahiran Hawaii itu nampaknya akan dikenang lama oleh warga Negeri Paman Sam. Pasalnya, prestasi presiden ke-44 AS itu diimbangi oleh sang istri, Michelle Obama.

Perempuan kelahiran Chicago itu baru saja dinobatkan sebagai perempuan paling berpengaruh nomor 16 dari 100 orang di seluruh dunia oleh Majalah Forbes yang dirilis pada Senin 6 Juni 2016. Perempuan bernama gadis Michelle LaVaughn Robinson itu memiliki banyak prestasi di berbagai bidang.

Michelle Obama meninggalkan warisan sebagai advokat untuk bidang seni, pendidikan, dan gizi. Di antara semua perjuangannya, yang paling terkenal adalah β€œLet’s Move”, kampanye nasional untuk melawan obesitas anak-anak, termasuk pembenahan menu makan siang di sekolah. Satu lagi kampanyenya adalah Partnership for a Healthier America yang akan tetap berlaku setelah Barack Obama meninggalkan Gedung Putih.

Dalam bidang pendidikan, Michelle Obama pernah menjadi rapper dadakan bersama komedian Jay Pharoah. Perempuan berusia 52 tahun itu menyanyikan satu bait dalam lagu berjudul β€œLet’s Go To College” yang mengisahkan masa mudanya di Chicago. Lagu tersebut merupakan bagian dari kampanye untuk mendorong pelajar berusia 14-19 tahun untuk masuk ke universitas agar masa depan mereka lebih cerah.

(Baca juga: Michelle Obama Ngerap Ajak Anak Muda untuk Kuliah)

Program dalam bidang kesenian adalah Turnaround Arts. Program tersebut akan memberikan instruksi seni bagi sekolah-sekolah dengan kinerja buruk. Program tersebut dipastikan berlanjut meski keluarga Obama sudah tidak di Gedung Putih, di bawah pengelolaan Kennedy Center.

Namun, warisan yang paling abadi adalah label yang melekat pada setiap makanan di AS. Berkat usaha Michelle, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) setempat pada Mei 2016 menyetujui regulasi yang mewajibkan perusahaan makanan untuk menyesuaikan ukuran porsi dan termasuk komposisi gula, ditambahkan dalam label produk. Kebijakan tersebut akan membantu konsumen dalam memilih produk makanan yang lebih sehat sesuai dengan kebutuhan mereka di toko dan supermarket.

Baca Juga: Aksi Nyata 50 Tahun Hidupkan Inspirasi, Indomie Fasilitasi Perbaikan Sekolah untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

(wab)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini